Berita / Liputan Media

INFO TERKINI PNA

Mengintip Kongres I PNA Bersama Tarmizi

Banda Aceh – Senin, 1 Mei 2017, bertempat di Amel Convention Hall, Lambhuk, Banda Aceh, Partai Nasional Aceh (PNA) menggelar Kongres I bertema “Berbenah Diri Menuju Partai Kader, Demokratis, dan Modern.”

“Kongres akan dilaksanakan dua hari, 1 sd 2 Mei,” kata Tarmizi, MSI, Ketua Panitia Kongres di sela-sela ngopi santai di Banda Aceh.

Menurut Tarmizi, melalui kongres I ini, PNA akan merumuskan konsep perjuangan politiknya sebagai wujud berbenah diri. Dalam pandangannya, PNA mesti menjadi partai yang mendorong hadirnya negara untuk misi mensejahterakan rakyat.

“Selama ini, negara lebih banyak hadir untuk membatasi plus menghukum rakyat, tapi alpa menghadirkan kesejahteraan, padahal tujuan dibentuknya pemberintahan adalah untuk mewujudkan misi negara, mendatangkan kesejahteraan kepada rakyatnya,” sebut Tarmizi seraya menyerumput secangkir kopi Gayo.

Untuk itu, pembenahan PNA sebagai entitas politik kader, demokratis dan modern adalah merumuskan jati dirinya sebagai saluran politik rakyat yang menginginkan negara hadir dengan mengedepankan kesejahteraan bukan dengan mengedepankan instrumen ketakutan.

Dalam konteks Aceh, sebutnya kedaulatan rakyat cerminannya harus bisa ditemukan pada bagaimana pemerintahan rakyat Aceh bisa diwujudkan. “Ini amanah dasar dari spirit MoU Helsinki yang dibangun 11 tahun lalu, dimana RI dan para pejuang di Aceh, yang didukung rakyat bertekad untuk menciptakan kondisi sehingga menghadirkan pemerintahan rakyat Aceh dapat diwujudkan melalui suatu proses yang demokratis dan adil,” tegasnya.

Mantan aktivis Aceh People Forum itu mengingatkan bahwa kerja-kerja mensejahterakan rakyat adalah cita-cita dan gerakan bersama, perjuangan bersama, bukan misi salah satu pihak, apalagi kewajiban salah satu pihak.

Atas dasar itu, bagi Tarmizi, sikap terbuka, kesediaan membangun kerjasama, aliansi, koalisi adalah keharusan untuk menjawab kesejahteraan, dan disaat yang sama sangat mendasar juga menghadirkan tata kelola pemerintahan yang baik, kredibel, dan amanah.

“Marwah bagi PNA adalah kesejahteraan dan kemajuan yang hadir dari pemerintahan rakyat Aceh yang dikelola dengan demokratis dan modern,” sebutnya.

Pada Kongres I PNA, seluruh kader disamping membahas hal-hal menyangkut keberadaan partai politik, pemilihan ketua umum dan ketua Majelis Pertimbangan Partai, juga digelar kegiatan donor darah, galang donasi untuk kemanusiaan, dan juga kopi bersama.

PNA adalah salah satu partai politik lokal di Aceh, Indonesia. Partai ini didirikan pada 4 Desember 2011 oleh Irwandi Yusuf, didukung oleh diantaranya Irwansyah alias Teungku Mukhsalmina, Ligadinsyah, Amnu bin Ahmad, Lukman AG, Thamren Ananda, Miswar Fuady dan Tarmizi, MSI.

Pada Pilkada 2017, PNA bersama dengan Partai Demokrat, PDA, PKB dan PDIP berhasil mengantar pasangan Irwandi Yusuf dan Nova Iriansyah menjadi pemenang. Upaya gugatan ke Mahkamah Konstitusi yang dilakukan oleh pasangan Muzakir Manaf dan TA Khalid kandas.

share article by


1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

GUBERNUR ACEH 2017-2022

KETUA UMUM
PARTAI NANGGROE ACEH

Instagram

Facebook Fans

SEKRETARIAT DPP PNA

Jl. Prof. Ali Hasyimi, Pango Raya
Ulee Kareng, Kota Banda Aceh
Aceh 23116
Telp : -
Email : sekretariat@pna.or.id

Copyright © 2017 Partai Nanggroe Aceh (PNA). All rights reserved.